Muara Baru Jakarta Utara Terancam Terbenam sampai 4,6 Mtr. bila Banjir Rob Tidak Diatasi
Beberapa teritori di Jakarta Utara terus alami pengurangan hingga terancam terbenam pada 2050. Teritori Muara Baru akan terbenam sedalam 4,6 mtr. jika tidak selekasnya dilaksanakan penangkalan banjir rob.
"Masalah kedalaman, ini di Muara Baru tahun 2020 itu telah minus 1 mtr. di permukaan air laut. Jika tidak lakukan suatu hal, bisa saja Muara Baru 2050 ada minus 4,6 mtr. di permukaan air laut. Berikut teror itu jika kita tidak lakukan suatu hal," tutur
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yusmada Faizal dalam seminar-online 'Jakarta the Sinking City?' pada Youtube Dinas SDA DKI diambil, Minggu (5/9/2021).
Selainnya Muara Baru, tujuh teritori lain di pesisir Utara Jakarta mendapatkan teror terbenam, karena ada di permukaan air laut.
"Kamal Muara diprediksikan 3 mtr. di permukaan air laut, Tanjunganom 2,10 mtr., Pluit 4,35 mtr., Gunung Sahari 2,90 mtr., Ancol 1,70 mtr., Marunda 1,30, mtr. dan Cilincing 1 mtr.," jelasnya.
Adapun usaha pengaturan banjir rob di pesisir Utara Jakarta sudah diawali dengan pengaturan tanah muncul yang berada di sejauh pesisir.
"Terus pengaturan teritori mangrove Judi Online pantai khalayak dan pembangunan deselerasi air sebagai subtitusi penghisapan air tanah," katanya.
Dinas SDA sudah berusaha membuat tanggul pantai sebagai wujud mitigasi peningkatan muka air laut. Disamping itu, mekanisme polder jadi opsi buat buang air yang tergenangi di atas yang ada di permukaan air laut.
"Usaha non sistematis ialah mekanisme peringatan awal. Kita mengharap betul-betul pengurangan tanah ini dapat termonitor secara cepat dengan tepat hingga dapat membuat banyak kebijakan yang lebih tepat," bebernya.

0 Komentar