Ini Kemunculan Sintang Semenjak Tergenang Banjir 21 Oktober Lalu
Banjir besar yang terjang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sampai sekarang belum juga kering. Walau sebenarnya banjir terjadi semenjak 21 Oktober 2021 kemarin.
Beberapa bangunan masih tergenang kubangan banjir dengan ketinggian bervariatif. Salah satunya bangunan tempat tinggal sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintasi Melawai No 32 Sintang.
Keadaan rumah sakit itu tidak ada kegiatan karena tergenang banjir sampai setengah pintu. Begitupun kantor dan pertokoan di teritori Lintasi Melawai masih tergenang. Semua tutup karena tergenang banjir besar.
Masyarakat di Sintang mau tak mau memakai perahu kecil untuk keluar dari rumah cari bahan makanan.
Tubuh Pengendalian Musibah Wilayah (BPBD) Kabupaten Sintang mengatakan sekitar 12 kecamatan terimbas banjir yang karena melimpahnya debet air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi di daerah di tempat.
"Masyarakat Sintang yang pindah menyebar di 32 pos evakuasi yang dioperasionalkan Tubuh Pengendalian Musibah Wilayah (BPBD) di tempat," kata Eksekutor pekerjaan Kepala Pusat Data, Info dan Komunikasi Kebencanaan Tubuh Nasional Situs Slot Pengendalian Musibah (BNPB) BNPB Abdul Muhari diambil Senin (15/11/2021).
Pos evakuasi itu disokong 24 dapur umum yang dioperasionalkan team kombinasi di bawah instruksi BPBD Kabupaten Sintang.
"Banjir masih menggenangi daerah Sintang, walau juga debet air sempat turun, tetapi keadaan itu membuat masyarakat masih bertahan di dalam tempat evakuasi," terangnya.
Lima pos lapangan untuk layani keperluan dasar masyarakat sudah dioperasionalkan BPBD Sintang. Ke-5 pos lapangan ada di teritori Tugu Bambu, Pos Lalu, Media Center, Ujung Jembatan Kapuas dan Kantor Camat Sintang, dan pos instruksi ada di Kantor BPBD Kabupaten Sintang.
"Pos evakuasi ingin juga dapur umum menyebar di 12 kecamatan, terutamanya beberapa titik yang aman dari kubangan air," katanya. BPBD Sintang menulis jumlah masyarakat terimbas sekitar 29.623 kepala keluarga atau 88.148 jiwa.
Abdul Muhari menerangkan, warga terimbas itu menyebar di 12 kecamatan, diantaranya Kecamatan Kayan Hilir, Kayan Hulu, Binjai Hilir, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hulu, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Gelap Permai.
0 Komentar